Fraksi PKS Apresiasi sektor Pertumbuhan Ekonomi dan Ingatkan Kesepakatan Kebijakan Anggaran

Ade Utami Ibnu,
Fraksi PKS Apresiasi sektor Pertumbuhan Ekonomi dan Ingatkan Kesepakatan Kebijakan Anggaran. (Foto Dok. DPRD Lampung)

“Tentu dengan APBD 7,01 trilyun harus optimal didayagunakan untuk mensupport rencana tersebut,” kata Ade di kantor DPRD provinsi Lampung.

Kendati, kata dia, harus di ingat bahwa rancangan pertumbuhan ekonomi Indonesiapun pada tahun 2022 ini disepakati hanya 5,2 persen – 5,5 persen, pada Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

”Artinya target pertumbuhan ekonomi Lampung yang disampaikan, lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sesungguhnya baik, namun tentu tanpa mengecilkan rencana baik tersebut, kita juga perlu menengok pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2021, sebagai baseline kita,” kata pegiat literasi Lampung ini.

Pada kuartal III, November 2021, berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi Lampung, diangka 3,05 persen.

Perspektif ke-dua, adalah perspektif kesepakatan antara Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dengan DPRD Provinsi Lampung Nomor G/607/VI.02/HK.2021 dan Nomor 160/2345/III.01/2021 tentang Kebijakan Umum APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022, yang ditandatangani oleh Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi dengan 5 Pimpinan DPRD Provinsi Lampung mengatasnamakan Anggota DPRD Lampung dan bermaterai Rp.10.000. Dari kesepakatan dua lembaga ini, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung ditargetkan sebesar 3,5 – 4 persen pada tahun 2022.

Dari perspektif diatas, pernyataan Wagub pada forum tersebut dikhawatirkan melanggar kesepakatan yang telah disepakati oleh dua lembaga ini.

“Pernyataan Ibu Wagub dikhawatirkan menyalahi kesepakatan antara Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dengan DPRD Provinsi Lampung, apalagi telah bertanda tangan diatas materai dan berstempel” katanya.

Meski demikian, kata Ade, bahwa semua harus terus bekerja optimal agar target tersebut dapat tercapai, bahkan pencapaiannya melebihi dari apa yang telah disepakati.

“Kita tidak anti dengan target yang lebih tinggi, namun tentu kita juga harus bisa mengalkulasi apa yang tengah terjadi, dikomparasi dengan capaian yang telah ada, sambil terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT, agar segera diselesaikan pandemi termasuk setelah muncul lagi varian omicron,” pungkasnya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *