ISPtimes.com – Catatan strategi Patrick Kluivert di laga debut tangani Timnas Indonesia tuai sorotan.
Racikannya dinilai bertolak belakang dengan era Shin Tae-yong yang lebih mengedepankan gaya main bertahan.
Sementara itu di era Kluivert filosofi Total Football khas Belanda diterapkan olehnya dalam Skuad Garuda.
Hasil mengecewakan saat laga lawan Australia jadi catatan minor di laga debut Kluivert.
Alhasil taktiknya jadi sorotan yang dianggap belum maksimal saat diterapkan dalam Timnas Indonesia.
Meskipun masih ada peluang untuk lolos Piala Dunia, Kendati kekalahan telak lawan Australia buat kecewa fans Timnas.
Lantas seperti apa taktik racikan Legenda Belanda di laga debutnya bersama Skuad Garuda? Berikut ulasannya di bawah ini:
Formasi 4 Bek
Di laga debutnya sebagai kepala pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert turut menggunakan formasi 4-3-3, mengganti sistem 3 bek yang biasa digunakan sebelumnya.
Sistem high defensive line alias garis pertahanan yang tinggi juga digunakan, di mana ldzes kerap melakukan press jauh maju dari kotak pertahanan.
Ball Possession dan Game Terbuka
Dibanding timnas sebelumnya, skuad garuda asuhan Kluivert bermain lebih terbuka dan berani (yang tentunya juga lebih rentan terkena serangan balik), dengan fokus mempertahankan ball possession.
Terbukti, Indonesia lebih unggul di kategori ini dengan 60 persen ball possession.
Lini Tengah Kurang Efektif
Duet Thom Haye dan Nathan Tjoe-A-On tampak kewalahan dan kalah secara fisik dengan lini tengah Australia.
Jarak dengan lini depan juga kadang terlalu jauh sehingga Ole Romeny kerap kali harus berjuang sendirian.(*)















