Lebih lanjut Johan mengatakan, pihaknya mengharapkan seluruh relawan merangkul masyarakat yang ada di pelosok-pelosok desa, di kantung-kantung pemilih untuk mencoblos Ganjar-Mahfud saat pemungutan suara. Selain itu, ia juga meminta relawan untuk mengawal Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menghindari adanya kecurangan-kecurangan dari pihak lawan politik.
“Lihat pada saat sebelum dimulai pencoblosan, kotak suara harus kosong. Kemudian pada saat penghitungan suara dipastikan suara pemilih yang tidak datang betul-betul disimpan dan tidak disalahgunakan. Sehingga yang dihitung nanti form C1 betul-betul suara rakyat yang datang memilih. Kita harus pastikan kecurangan itu tidak terjadi,” jelas Johan.
Seluruh pendukung 03, lanjut Johan, diharuskan datang ke TPS mulai pagi hingga sore hari untuk mengawal suara hingga resmi diumumkan C1 Pleno, lalu difoto dan diunggah ke semua jaringan.
“Dan Insya Allah lembaga survei juga akan melakukan quick count (hitung cepat) berdasarkan hasil penghitungan C1 Pleno sore jam 5-6 Insya Allah sudah terlihat dan hasilnya tidak akan jauh beda dengan penghitungan KPU,” jelasnya.
Terkait potensi kecurangan Pemilu, kata Johan, sudah ada wadah berupa website untuk mengunggah berbagai kecurangan yang ditemukan di lapangan. Ia yakin masyarakat saat ini sudah cerdas dan dapat melihat berbagai bentuk kecurangan.
“Karena rakyat Indonesia, seluruh kampus, guru besar, sudah melakukan petisi menyatakan kemarahan dan kekecewaan terhadap kecurangan yang telah dilakukan secara masif oleh rezim pemerintahan sekarang ini,” ujarnya.
Johan menambahkan, jika nantinya Paslon 01 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tidak lolos pada putaran pertama, maka berpotensi besar bergabung dengan Ganjar Pranowo-Mahfud untuk berjuang di putaran ke-2.
“Namun, bila 01 dan 03 sama-sama lolos di putaran pertama, maka akan beradu di putaran ke-2 sebagai pertandingan persahabatan,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Keagamaan TPN Ganjar-Mahfud yang juga Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin, KH Ismail Zulkarnain mengatakan, dirinya sangat terharu dan mengapresiasi 2.000 lebih relawan yang hadir pada hari ini.
“Hadir relawan dari 16 kabupaten/kota se-Lampung. Mereka dari pelosok-pelosok desa. Sebanyak 2.000 relawan yang hadir ke sini tanpa dibayar,” ujar Ismail Zulkarnain.















