Unila Serahkan 130 Mahasiswa KKN Tematik ke Pemkab Pringsewu

Unila Serahkan 130 Mahasiswa KKN Tematik ke Pemkab Pringsewu
Unila Serahkan 130 Mahasiswa KKN Tematik ke Pemkab Pringsewu

“Kami meyakini pengembangan mocaf tidak hanya berbicara tentang teknologi pengolahan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, dan kemandirian pangan lokal,” katanya.

Pada periode pertama tahun 2026, Unila melaksanakan KKN di empat kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Pringsewu.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 130 mahasiswa dari berbagai progam studi yang ditempatkan di 13 desa di Kecamatan Adiluwih, dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan dan telah mulai menempati posko KKN sejak 8 Januari 2026.

Sementara itu, Riyanto Pangmungkas menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Unila. Pemerintah daerah menilai KKN sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan ke masyarakat.

Ia menjelaskan sebagian besar hasil produksi singkong di Lampung masih bergantung pada industri tapioka, sementara kebutuhan industri lain terhadap mocaf justru terus meningkat.

“Hampir 80 persen produksi singkong di Lampung hanya dimanfaatkan untuk tepung tapioka, padahal ada potensi besar dari produk turunan lain seperti mocaf, produksi mocaf yang kami dorong bukan industrialisasi besar, tetapi berbasis pemberdayaan masyarakat melalui klaster-klaster lokal,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu menyelesaikan persoalan desa serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa harus menunjukkan bahwa mereka adalah agen perubahan yang cerdas, inovatif, dan peduli terhadap persoalan desa,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga menegaskan untuk mendukung pelaksanaan program KKN agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan pengolahan hasil pangan lokal.

Acara penyerahan ini sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan KKN Tematik Unila di Kabupaten Pringsewu selama kurang lebih satu bulan ke depan. Diharapkan, program ini mampu mengeluarkan hasil yang nyata, berkelanjutan, serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.(*)


Pos terkait