ISPtimes.com – Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) mencatat sejarah baru dengan menggelar Special Event Station (SES) amatir radiao ber-callsign 8G61UNLA (Eight, Golf, Six, One, Uniform, November, Lima, Alfa), Selasa, 22 September 2026.
Kegiatan perdana yang diinisiasi dalam rangka rangkaian Dies Natalis ke-61 Unila ini bertujuan menghadirkan literasi komunikasi radio di tengah sivitas akademika. Angka 61 pada callsign tersebut secara simbolis merepresentasikan usia perguruan tinggi negeri lampung tersebut.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan pembelajaran Universitas Lampung Prof Dr Abdurrahman M.Si. Ketua ORARI Daerah Lampung, Hi. Iwan Novriza, S.E., M.M beserta pengurus ORARI Daerah Lampung, Duta dan Wakil Duta Baca Perpustakaan Unila, Pustakawan dan Staf Perpustakaan Unila.
Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, S.T., M.T., menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo yang menetapkan amatir radio melalui Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi.
Melalui kegiatan ini, perpustakaan literasi ingin mengingatkan kembali bahwa amatir radio bukan sekadar alat komunikasi masa lalu, melainkan garda terdepan komunikasi darurat. Peran vital tersebut telah terbukti nyata saat penanganan bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau maupun tanah longsor di Aceh Tamiang.
Dalam perhelatannya, kegiatan ini menampilkan dua sistem komunikasi sekaligus, yakni komunikasi analog dan digital modern yang banyak dipakai di negara-negara maju. Melalui teknologi digital tersebut, penyelenggara menargetkan terbangunya koneksi lintas negara, seperti ke kawasan Eropa, Amerika, dan Jepang.
“Kami tampilkan dua sistem komunikasi ini nanti untuk menggugah sivitas akademika akademika dosen dan mahasiswa bahwa masih ada teknologi yang sudah dilupakan yang sebenarnya masih cukup penting dan masih cukup relevan pada saat ini untuk kita kembangkan.” Jelasnya.
Rektor Unila memberikan apresiasi penuh dan membuka langsung acara istimewa yang baru pertama kali digelar di lingkungan kampus Unila tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor mengenang masa lampau sebelum era gawai dan zoom, di mana komunikasi jarak jauh sepenuhnya bergantung pada amatir radio. Beliau menekankan bahwa eksistensi ORARI tetap tak tergantikan saat jaringan seluler dan listrik lumpuh total akibat bencana, sebagaimana pengalaman menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Rektor Unila berpesan agar kegiatan positif yang diinisiasi oleh UPA Perpustakaan ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan ke depan. Kolaborasi dengan ORARI ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan informasi kebencanaan, tetapi juga membuka peluang integrasi teknologi penunjang yang bisa diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah hadir terutama Pak Iwan beserta jajarannya, dan Pak Bayzoni. Teruskan melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat positif ini untuk untuk memberikan informasi yang penting khususnya saat ini tentang bagaimana amatir radio Orari ini tidak bisa ditinggalkan. Justru malah di dalam perkembangan teknologi saat ini ternyata Orari masih punya perannya. Mudah-mudahan teknologinya juga semakin berkembang dan bisa terjaga oleh masyarakat luas.” Ucap Prof. Lusmeilia.
Special Event Station 8G61UNLA kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Unila dengan melakukan komunikasi pemancar pertama. Prof. Lusmeilia menyapa para operator amatir radio dari berbagai daerah di Indonesia yang mengucapkan selamat Dies Natalis Ke-61 Universitas Lampung. Kegiatan akan diselenggarakan hingga Rabu, 23 September 2026 esok.(*)















