Hal tersebut ini mencerminkan pengalaman Gvasalia sebagai pengungsi saat Perang Saudara Georgia.
“Perang di Ukraina telah memicu rasa sakit dari trauma masa lalu yang saya bawa sejak 1993, ketika hal yang sama terjadi di negara asal saya dan saya menjadi pengungsi selamanya,” tulis Gvasalia pada sebuah pernyataan soal pertunjukan tersebut.
Demna Gvasalia menambahkan selamanya memori itu akan selalu terkenang.
Pria berusia 40 tahun ini juga bicara mengenai ketakutan hingga keputusasaan dan menyadari apa yang benar-benar penting dalam hidup, seperti kehidupan itu sendiri dan cinta dan kasih sayang manusia.















