Geoffrey Kent Trip Keliling Dunia Singgah di Lampung, Bukan Bali atau Labuan Bajo

Geoffrey Kent Trip Keliling Dunia Singgah di Lampung, Bukan Bali atau Labuan Bajo
Geoffrey Kent Trip Keliling Dunia Singgah di Lampung, Bukan Bali atau Labuan Bajo

ISPtimes.com – Di antara sekian banyak destinasi di dunia, ada satu tempat di Sumatra yang masuk dalam rute perjalanan keliling dunia menggunakan jet pribadi: Lampung.

Bukan Bali atau Labuan Bajo, melainkan provinsi di ujung selatan Sumatra yang menawarkan perpaduan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya.

Bacaan Lainnya

Abercrombie & Kent (A&K), grup perjalanan mewah yang berdiri sejak 1962, membawa rombongan wisatawan eksklusifnya ke Lampung pada 10–12 Oktober 2026. Persinggahan ini merupakan bagian dari Around the World with Geoffrey Kent: An Inspiring Expedition by Private Jet, perjalanan selama 24 hari yang dirancang dan didampingi langsung oleh pendiri A&K, Geoffrey Kent.

Perjalanan tersebut dimulai dari Los Angeles dan berakhir di Boston, dengan persinggahan di Kepulauan Cook, Australia, Sumatra, India, Mozambik, Pantai Gading, dan Madeira. Sebanyak 48 tamu mengikuti ekspedisi ini menggunakan Boeing 757 yang dikonfigurasi khusus untuk perjalanan mewah. Harga perjalanan dimulai dari US$198.500 per orang, setara sekitar Rp3,6 miliar.

Di Indonesia, Lampung menjadi salah satu persinggahan yang dipilih dalam perjalanan lintas benua tersebut.

Lampung, Destinasi dengan Cerita yang Berbeda

Terletak di ujung selatan Sumatra, Lampung menawarkan bentang alam yang beragam dalam jarak relatif berdekatan. Gunung api Krakatau berdiri di Selat Sunda, gugusan pulau menghiasi Teluk Lampung, sementara dataran tingginya dikenal sebagai penghasil kopi robusta.

Lampung juga memiliki tapis, kain tradisional yang dibuat melalui proses penenunan dan penyulaman benang emas dengan keterampilan yang diwariskan lintas generasi.

Di sisi lain, Taman Nasional Way Kambas menjadi salah satu kawasan konservasi penting bagi satwa liar Sumatra, termasuk gajah Sumatra dan badak Sumatra yang terancam punah.

Kekayaan alam itu berpadu dengan nilai budaya masyarakat Lampung, salah satunya piil pesenggiri, falsafah hidup yang menjunjung kehormatan dan harga diri. Di dalamnya terdapat nilai nemui nyimah, yang antara lain tercermin dalam sikap ramah, keterbukaan, dan penghormatan terhadap tamu.

Bagi wisatawan yang telah menjelajahi berbagai belahan dunia, pengalaman semacam ini menawarkan sesuatu yang berbeda: destinasi dengan karakter lokal yang kuat, tradisi yang masih hidup, dan kekayaan alam yang perlu dijaga.

Lampung Marriott Resort & Spa Jadi Tempat Persinggahan


Pos terkait