Senada, Fahrizal Darminto menjelaskan keberadaan klenteng wujud kekayaan dan kebhinekaan Indonesia karena memiliki berbagai agama yang umatnya hidup rukun.
Bahkan, umat-umatnya turut berkontribusi untuk pembangunan sehingga hidup menjadi indah karena hidup dalam kebudayaan.
“Semua umat agama di Lampung ini hidup rukun dan bersaudara. Untuk itu, kami yakin klenteng ini bisa memberikan manfaat maksimal, tidak hanya untuk umat Buddha, tetapi juga masyarakat sekitarnya,” ujar dia.
Sementara itu, Puji Raharjo menilai klenteng itu bagian dari penguatan umat, baik dari segi ilmu, agama, dan seni yang seluruhnya menyatu dalam rumah ibadah.
“Masyarakat Bandar Lampung memang hidup secara plural yang bergandengan dengan berbagai agama dari dulu,” pungkasnya.















