ISPtimes.com – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-XV Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) resmi dibuka di Sport Center UIN RIL, Sabtu, (25/04/2026). Sebanyak 550 mahasantri dari asrama 1 dan 2 yang tergabung dalam 38 halaqah ambil bagian dalam ajang tahunan ini.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Bambang Budiwiranto, Ph.D, berlangsung meriah sekaligus khidmat. Turut serta Ketua Tim Kepegawaian Firman, M.M, serta Mudir Ma’had al-Jami’ah Dr. H. Amiruddin, M.Pd.I, bersama jajaran pengurus dan seluruh mahasantri.
Porseni menjadi agenda rutin Ma’had untuk menyalurkan sekaligus mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas mahasantri, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga olahraga, seni, dan ilmu pengetahuan. Tahun ini, sebanyak 18 cabang lomba dipertandingkan, mulai dari Solo Song, Yel-yel, Lari Estafet, Tahfidz, Olimpiade Al-Qur’an, Syarhil, hingga Futsal, Badminton, Voli, Catur, Story Telling, News Anchor, Tari Daerah, Kaligrafi, Act It Out, Video Kreatif, Jurnalistik, dan Happy Cooking.
Rangkaian lomba telah dimulai sejak 24 April dan akan berlangsung hingga 3 Mei 2026.
Mudir Ma’had Al-Jami’ah Dr. H. Amiruddin, M.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata mengejar juara, tetapi menjadi sarana menemukan potensi yang dimiliki setiap mahasantri.
“Porseni ini untuk menyalurkan bakat dan minat kreativitas mahasantri. Kami ingin potensi yang ada terus tumbuh dan berkembang. Jadi bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana menemukan kemampuan yang ada dalam diri masing-masing,” ujarnya.
Ia meyakini, melalui 18 cabang perlombaan tersebut akan lahir mahasantri berprestasi sesuai bidang dan minatnya masing-masing.Amir juga mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai menunjukkan bahwa mahasantri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang lain.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bambang Budiwiranto menyebut para mahasantri memiliki kesempatan besar karena mendapat pembinaan melalui Ma’had Al-Jami’ah. Menurutnya, lingkungan asrama menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk kedisiplinan dan kebiasaan baik.
“Mahasantri ini sebenarnya sedang ditempa. Dari bangun tahajud sampai aktivitas harian malam, itu bagian dari pembiasaan” katanya.
Kampus UIN RIL, ujarnya, tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman, kedisiplinan, dan kemampuan pendukung yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Kampus ingin mencetak akademisi yang intelektual, tetapi juga alumni yang berkarakter, punya soft skill, dan siap menghadapi dunia kerja,” katanya.Bambang menambahkan, kecerdasan tidak hanya diukur dari sisi akademik. Prestasi di bidang olahraga, seni, maupun bidang non-akademik lainnya juga menjadi bagian penting dalam pengembangan mahasiswa.
“Kami ingin menjadi achievement based campus. Mahasiswa memiliki prestasi akademik dan non-akademik, baik olahraga maupun seni, sehingga nantinya muncul mahasiswa berbakat yang bisa mewakili UIN Raden Intan Lampung di tingkat nasional bahkan global,” ujarnya.
Rangkaian pembukaan diawali penampilan Tari Jejama sebagai bentuk penyambutan tamu undangan. Suasana semakin semarak dengan parade peserta yang menampilkan dua mahasantri berkostum maskot burung elang sebagai ikon kegiatan hingga ditutup dengan drama musikal. (*)















