Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUDAM untuk tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga berperan dalam membangun ekosistem tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, adaptif, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
“Rumah sakit tidak cukup hanya menjadi tempat memberikan pelayanan kepada pasien. Rumah sakit juga harus menjadi pusat pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan lahirnya inovasi. Melalui P2KB, kita ingin memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan terus bertumbuh secara profesional sehingga peningkatan kompetensi tersebut pada akhirnya bermuara pada mutu dan keselamatan pasien,” ujar dr. Imam Ghozali.
Menurutnya, keterlibatan ribuan peserta dari berbagai daerah menjadi momentum penting untuk memperluas manfaat kegiatan dari Lampung ke tingkat nasional. Pemanfaatan platform digital juga membuka ruang pembelajaran yang lebih luas sehingga peningkatan kompetensi tidak lagi dibatasi oleh jarak dan wilayah.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan menghadirkan materi mengenai berbagai aspek strategis dalam pengembangan serta pembinaan profesi. Peserta dan undangan berasal dari berbagai unsur, antara lain Dinas Kesehatan, organisasi profesi, pimpinan rumah sakit, komite, kelompok staf medis, serta unsur internal RSUDAM.
Dari Lampung, Mendorong Penguatan Kompetensi Kesehatan Nasional
Penyelenggaraan webinar nasional ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi RSUDAM sebagai rumah sakit yang tidak hanya berperan dalam pelayanan dan rujukan, tetapi juga aktif membangun knowledge sharing, kolaborasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia kesehatan.
Dengan mempertemukan ribuan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam satu ruang pembelajaran, RSUDAM berharap P2KB dapat dipahami bukan sekadar sebagai pemenuhan kewajiban profesi, melainkan sebagai instrumen untuk menjaga kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semakin baik kompetensi tenaga kesehatan, semakin kuat pula mutu pelayanan yang diterima masyarakat. Karena itu, investasi terbesar rumah sakit bukan hanya pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya,” tambah Direktur RSUDAM.
Melalui kegiatan ini, RSUDAM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI, Konsil Kesehatan Indonesia, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, rumah sakit, serta tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses transformasi kesehatan sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan hingga ke tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.(*)















