Bahkan, dosa-dosanya akan langsung diampuni Allah bagi orang yang ketiduran di waktu yang dimaksud.
Hal tersebut merupakan salah satu cara Allah memberikan kemudahan bagi umatnya yang beragam.
Pada dasarnya, tak semua umat Islam kuat untuk istiqomah beribadah terus menerus sepanjang hari.
Sehingga orang yang tidur di waktu yang dimaksud, akan mendapat pahala yang tak kalah dengan tahajud.
Adapun waktu tidur yang diridhoi Allah itu, kata Gus Baha, yakni di malam hari dan terbangun ketika subuh.
Orang yang ketiduran di waktu itu, meski tak bisa tahajud cukup diniatkan untuk menghindari maksiat saja.
“Pokoknya kalau kamu ketiduran habis isya terus bangun subuh, niatu tidurmu meninggalkan maksiat,” ungkapnya.














