Hal itu diceritakan berdasarkan kisah Abu Yazid ketika mempertanyakan iman seseorang lantaran tak pernah tahajud.
Lalu tiba-tiba dia mendengar suara tanpa rupa yang mengatakan, bahwa orang yang tidur juga mendapat pahala tak kalah dari tahajud.
Bisa saja setiap orang yang tidur itu berniat meninggalkan maksiat dan berbaik sangka, bahwa tanpa tahajud pun Allah juga bisa meridhoi.
“Ya Abu Yazid, yang tidur itu tidak kalah dengan yang sedang tahajud, yang tidur kuberi pahala dan yang ibadah juga kuberi pahala,” sambungnya.
Jadi, Gus Baha melarang untuk menyesali ketika ketiduran dari isya sampai subuh dan tak bisa tahajud.














