Ini yang harus Dilakukan Sebelum Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Simak! Tata Cara Sholat dan Khutbah Idul Adha di Rumah
Simak! Tata Cara Sholat dan Khutbah Idul Adha di Rumah. /Freepik

ISPtimes.com – Pemerintah Indonesia telah mengumumkan 1 Syawal 1444 H pada 22 April 2023.

Sedangkan Muhammadiyah lebaran pada 21 April 2023.

Bacaan Lainnya

Shalat id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah usai melaksanakan shalat.

Disunahkan sebelum shalat idul fitri untuk makan atau minum terlebih dahulu.

Berikut ini hal yang harus dilakukan sebelum umat muslim melaksanakan shalat idul fitri :

1. Mandi Sebelum Shalat

Mandi sebelum shalat sangat penting dilakukan agar kita dalam keadaan bersih dan akan kembali suci di hari lebaran.

Hendaknya kita mandi sebelum shalat id di lapangan maupun di masjid.

Karena itu sunnah dilakukan untuk menjalankan shalat id.

Baiknya juga kita bisa memakai parfume atau wewangian agar terhindar dari bau badan dalam tubuh kita.

2. Shalat Subuh Terlebih Dahulu

Kita wajib melaksanakan sholat 5 waktu, apalagi sebelum melaksanakan ibadah shalat idul fitri.

Dilansir dari laman resmi PP Muhammadiyah, salat Idulfitri hukumnya sunah muakad.

Sedangkan shalat Subuh adalah salah satu salat wajib lima waktu yang harus dilaksanak
salat wajib lima waktu yang harus dilakukan oleh umat muslim.

Dan apabila tak dikerjakan maka akan mendapatkan dosa.

3. Menggunakan Parfume Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri

Ya, ini termasuk sunnah untuk dilakukan saat akan melaksanakan shalat idul fitri baik di masjid maupun di lapangan.

“Rasulullah telah memerintahkan kepada kami pada shalat dua hari raya supaya kami mengenakan pakaian yang terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi yang terwangi yang kami miliki.

4. Menggunakan Pakaian Yang Baik

Hal tersebut juga sunnah dianjurkan untuk memakai pakaian yang rapi dan yang baik.

Amalan ini juga dapat dilakukan yaitu menggunakan pakaian terbaik karena momen Idul Fitri ini momen istimewa dan dilakukan setahun sekali.

5. Melantunkan Takbir

Melantunkan kalimat takbir kepada Allah SWT merupakan tanda bahwa kita gembira menyambut hari Raya Idul Fitri.

Takbir adalah doa penghormatan bagi umat Islam dalam merayakan Idul Fitri.

Takbir juga dapat dibaca selama berjalan menuju masjid saat hendak shalat Ied sebagai tanda syukur dan penghormatan kepada Allah SWT.

Kalimat takbir tersebut adalah sebagai berikut :

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahi ilhamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya”.

Berikut tata cara shalat Idul Fitri Dikutip dari Fikih Lebaran oleh Muhammad Abduh Tuasikal :

1. Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat.

2. Shalat Idul Fitri dimulai dengan niat dan takbiratul ihram (ucapan “Allahu Akbar” di awal).

3. Cara melakukan shalat Idul Fitri sama dengan melakukan shalat lainnya.

4. Setelah takbiratul ihram membaca doa iftitah (istiftah) sebagaimana shalat lainnya.

5. Usai membaca doa iftitah, melakukan takbir tambahan (zawaid) sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama (selain takbir untuk takbiratul ihram dan takbir turun rukuk).

Sedangkan pada rakaat kedua, melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali (selain takbir bangkit dari sujud dan takbir turun rukuk).

Takbir tambahan (zawaid) ini hanya sunnah hay’at, sehingga kalau luput tidak mesti diulangi.

Jika ada makmum yang masbuk saat takbir zawaid, cukup mengikuti sisa takbir yang ada tanpa qadha’ takbir.

Jika imam hanya bertakbir zawaid enam kali di rakaat pertama atau tiga kali di rakaat kedua, imam tetap boleh diikuti, makmum disunnahkan tak menambah dari takbir yang kurang tadi.

6. Setiap kali takbir zawaid disunnahkan mengangkat tangan. Setelah itu disunnahkan di antara dua takbir tambahan meletakkan tangan kanan di depan tangan kiri di bawah dada sebagaimana bersedekap usai takbiratul ihram.

7. Di antara takbir zawaid (tambahan), disunnahkan berhenti sejenak sekadar membaca satu ayat pertengahan. Saat itu bisa membaca takbir atau mengagungkan Allah.

Bacaan  takbir zawaid :

Subhanallah Wal Hamdu Lillah Wa Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar. Bacaan ini disebut al-baqiyaatush shaalihaat (amalan yang kekal) sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Setelah takbir ketujuh pada rakaat pertama dan takbir kelima pada rakaat kedua tidak ada bacaan takbir dan dzikir.

8. Setelah takbir zawaid, membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Setelah surah Al-Fatihah dianjurkan membaca surah Qaf pada rakaat pertama dan Al-Qamar pada rakaat kedua, atau membaca Al-A’laa pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

9. Bacaan surat saat sholat Idul Fitri dikeraskan (jahar), begitu pula dengan bacaan takbir, sedangkan dzikir-dzikir lainnya dibaca lirih (sirr). (Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, Kifayah Al-Akhyar).

Niat Shalat Idul Fitri :

Bacaan Arab :

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Artinya :

“Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *