Warisan Kebaikan Abah Ismail Terus Hidup Lewat Kurban di Ponpes Riyadhus Sholihin

Warisan Kebaikan Abah Ismail Terus Hidup Lewat Kurban di Ponpes Riyadhus Sholihin
Warisan Kebaikan Abah Ismail Terus Hidup Lewat Kurban di Ponpes Riyadhus Sholihin

ISPtimes.com – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah.

Meski pendiri pesantren, almarhum Abah Ismail Zulkarnain, telah berpulang, semangat berbagi kepada masyarakat tetap terus dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

Pimpinan pondok pesantren, Umi Hj. Fatmah Sungkar, mengatakan pada Iduladha tahun ini pihaknya menyembelih 11 ekor sapi dan 21 ekor kambing yang berasal dari para donatur.

“Alhamdulillah tahun ini kita tetap melakukan penyembelihan hewan kurban walaupun sudah tidak ada Abah Ismail Zulkarnain. Tapi pondok pesantren tetap mengadakan pemotongan hewan kurban,” ujar Fatmah.

Ia bersyukur kepercayaan para donatur kepada pondok pesantren masih terjaga sehingga penyaluran daging kurban kembali dapat dilakukan untuk anak-anak yatim dan masyarakat sekitar.

Tahun ini, panitia menyiapkan sekitar 500 hingga 600 kupon pembagian daging kurban. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu seiring berkurangnya jumlah hewan kurban yang diterima.

“Kalau tahun lalu lebih dari 1.000 kupon karena sapi kurbannya lebih dari 20 ekor. Sekarang setengahnya, sekitar 500 sampai 600 kupon,” jelasnya.

Daging kurban dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan pondok pesantren hingga sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Penerima manfaat meliputi fakir miskin, kaum dhuafa, hingga para janda.

Menurut Fatmah, Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

“Momentumnya adalah berbagi. Orang-orang sudah berbagi kepada kita lewat hewan kurban, lalu kita bagikan lagi kepada orang lain. Kita juga belajar berkorban untuk mensucikan diri,” tuturnya.

Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama, panitia menyembelih lima ekor sapi dan 11 ekor kambing, sementara sisanya dilanjutkan pada hari berikutnya.

Fatmah berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat semakin meningkatkan ketakwaan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapannya dengan kurban ini kita bisa meningkatkan ketakwaan kita. Kaum dhuafa juga bisa merasakan indahnya berbagi dan kebersamaan makan daging bersama,” pungkasnya.(*)


Pos terkait