Makna kue apem dalam tradisi Megengan Ramadhan

Makna kue apem dalam tradisi Megengan Ramadhan
Makna kue apem dalam tradisi Megengan Ramadhan. Instagram/ @farrah_syarif

ISPtimes.com – Mendekati bulan suci Ramadhan umat islam, khususnya Jawa akan melakukan tradisi megengan. Ada yang unik dari tradisi ini, yakni kue apem.

Kue Apem dan buah pisang sebagai pelengkap yang memiliki makna tersendiri saat tradisi megengan pada bulan Ramadhan itu.

Bacaan Lainnya

Kue apem adalah makanan yang berbahan dasar tepung beras dan dikatakan menjadi simbol dalam tradisi kejawen, termasuk megengan saat Ramadhan.

Apem dimasak dengan cara dipanggang atau dikukus. Apem kukus memiliki tekstur yang lembut dan legit saat disantap.

Kue apem ini kerap disajikan dengan pisang sebagai pelengkap nasi ambeng. Apem kukus bisa diolah dengan berbagai varian rasa seperti pandan, gula merah maupun nangka.

Kue apem biasanya juga selalu dipergunakan dalam acara penting dan sakral seperti tasyakuran, aqiqah, mauludana dan lain-lain.

Pada dasarnya istilah apem berasal dari bahasa Arab ‘Afuan’ atau ‘afuwwun’ yang artinya maaf/ampunan.

Menurut filosofi Jawa, apem diartikan sebagai simbol tolak bala dan permohonan ampun atas berbagai kesalahan yang sudah diperbuat.

Apem juga dimaknai sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kelimpahan rezeki yang diterima.

Di sejumlah daerah, kue apem dimaknai untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Selain itu, Apem juga banyak diperjualbelikan di pasar sebagai jajanan tradisional yang tidak pernah sepi peminat.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *