“Pancasila itu diakui oleh dunia, diakui bangsa-bangsa lain. Mereka menganggap pancasila menjadi pemersatu masyarakat yang multi etnis dengan beragam latar belakang,” tuturnya.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Nur Prima Qurbani (Disdikbud Lampung), menjelaskan bahwa pancasila diharapkan bukan hanya untuk dihapal, namun untuk diamalkan dalam keseharian masyarakat.
Menurut dia, pengamalan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan cara ampuh guna membentengi keluarga dari paham radikal.
“Pakai cara-cara yang simpel saja, beribadah sesuai agama masing-masing. Rukun antar tetangga, ngobrol di balai desa kalau ada masalah dan seterusnya. Itu kan semua pengamalan dari pancasila. Kalau diterapkan, masyarakat kita enggak bakal ribut-ribut terus,” jelas dia.
Sedangkan, Dadin Ahmadin (Pengurus PDI Perjuangan Lampung), narasumber kedua juga menegaskan bahwa ada kelompok yang dengan sengaja membenturkan masyarakat.
“Di daerah Lampung Selatan ini ada temuan Densus 88, kelompok itu sengaja membenturkan masyarakat dengan masyarakat. Kemudian, mereka juga membenturkan masyarakat dengan pemerintah. Khususnya orang awam tentunya sangat mudah terdoktrin dengan pemahaman radikal. Oleh sebab itu, kegiatan seperti ini terus dilakukan oleh pemerintah guna mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan peserta yang hadir terlihat begitu antusias.Hal itu terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti sesi tanya jawab dengan narasumber.















