ISPtimes.com – Universitas Lampung (Unila) terus memacu langkah menuju internasionalisasi yang tertib dan berdampak.
Kali ini, Unila menyelenggarakan Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan Izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) secara hybrid di Ruang Sidang Utama lantai dua dan Zoom Meeting.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., beserta jajaran pimpinan universitas mulai dari Ketua Senat, para Dekan, hingga Ketua Lembaga.
Dalam sambutannya, Prof. Ayi Ahadiat menekankan bahwa workshop ini merupakan langkah krusial untuk menyamakan persepsi di lingkungan kampus hijau tersebut.
Menurutnya, pemahaman teknis yang kuat mengenai regulasi perjalanan dinas adalah fondasi bagi terciptanya kolaborasi global.
”Tata kelola yang baik akan mendukung terciptanya kerja sama yang berdampak dan berkelanjutan. Kita ingin memastikan seluruh prosedur administratif terpenuhi agar agenda internasionalisasi Unila berjalan mulus,” ujar Prof. Ayi.
Tak tanggung-tanggung, Unila menghadirkan empat pakar dari kementerian terkait untuk membedah tuntas aturan main PDLN dan kerja sama internasional, di antaranya,
Novianti (Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kemensetneg RI).
Suryo Boediono, S.T., M.B.A. (Sekretariat Ditjen Diktisaintek).
Firman Hidayat, S.S., M.Si. (Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Kemendiktisaintek).
Oky Yanuar (Kepala Subbidang Paspor Diplomatik dan Dinas Direktorat Konsuler Kemenlu).
Materi workshop tidak hanya berkutat pada urusan paspor dinas dan exit permit, tetapi juga menyasar poin penting pada Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
Peserta dibekali pemahaman bagaimana kerja sama internasional dapat mendongkrak IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Digunakan Masyarakat) dan IKU 8 (Program Studi Berstandar Internasional).
Dengan pembekalan komprehensif ini, para dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa diharapkan tidak lagi menemui kendala administratif saat menjalankan misi akademik di luar negeri.
Workshop ini diharapkan menjadi katalisator bagi para pengelola kerja sama di Unila untuk menyusun program yang selaras dengan kebijakan kampus berdampak.
Dengan sistem yang tertib dan sistematis, Unila optimis posisi mereka di kancah global akan semakin diperhitungkan.(*)















