Tapi, barangkali kita tidak perlu ikut campur terlalu dalam soal isu-isu yang sedang digembar-gemborkan sineas Korsel belakangan ini. Mari kita kembali membahas kebucinan Yoo Na-Bi yang sepertinya terlalu lemah di hadapannya pria “Peragu” macam Park Jae-Eon.
Dan untunglah kebucinan yang seolah bertepuk sebelah tangan ini kemudian keluar dari kebuntuannya. Di tengah-tengah hubungan keduanya yang seolah tanpa kejelasan, kemudian muncul kawan kecil Yoo Na-Bi yang kemudian menjadi rival Park Jae-Eon.
Sejurus dengan itu, kebanyakan penonton yang sudah kadung sayang dengan Yoo Na-Bi akhirnya dibuat agak tenang ketika gadis itu mulai menguatkan dirinya untuk tegas dan menjauh dari Park Jae-Eon, meskipun tentu itu hal yang sulit lantaran kadar ketampanan pria yang juga perupa itu memang agak kebablasan. Nah, tapi justru karena sikap tegasnya inilah, akhirnya Yoo Na-Bi berhasil mencapai titik balik dan membuat Park Jae-Eon galau setengah mati dan kalang-kabut, salah tingkah di hadapannya.
Barangkali dari sini kita bisa mengambil hikmah, bahwa sebenarnya sebagai sasaran empuk buaya darat, wanita tak bisa lagi selemah itu di hadapan pria. Sebagai gadis-gadis terhormat, kita perlu membuat benteng pertahanan dan mengambil sikap tegas dan setegar Yoo Na-Bi agar kita dapat menguak bahwa sebenarnya sederetan f*ck boy dan bad boy di luaran sana tidaklah sekuat itu.















