ISPtimes.com – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN PT Pelindo Regional 2 Panjang Bandar Lampung memberikan bantuan untuk Hanafi (12) korban lumpuh dan Hydrocepalus kering yang menumpang tinggal di rumah kos di Perumahan Way Hui, Lampung Selatan, Senin 2 Juni 2025.
Penyerahan bantuan PT Pelindo untuk bocah yang sudah 11 tahun terbaring lumpuh dan hanya tinggal bersama sang ayah, Haryanto (48) itu bersama dengan Riyadhus Sholihin Peduli dimana Pembina Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain, SH, turun langsung ikut turun langsung.
PT Pelindo yang mengetahui kondisi Hanafi butuhkan bantuan setelah diberitahu oleh KH Ismail yang sebelumnya menyalurkan bantuan untuk Hanafi, Jumat lalu. Perwakilan PT Pelindo yakni Hendra mewakili GM PT Pelindo Lampung, Imam Rahmiyadi menyerahkan bantuan uang tunai Rp 20 juta dan diterima Haryanto. Berharap bantuan PT Pelindo bisa meringankan beban Hanafi.(*)
KH Ismail Zulkarnain, SH mengatakan bahwa pihaknya tadi meminta agar ayah Hanafi membuat rekening bank agar dana donasi bisa lebih aman. Serta bisa digunakan untuk modal usaha agar bisa mandiri.
“Tadi kita minta ayahnya buat rekening bank, jadi bisa disimpan uang donasi di bank dengan aman. Serta bisa buat usaha kedepan agar bisa mandiri. Dan jika Abah ada rezeki tiap bulan nanti kita bantu lewat transfer untuk ikut meringankan bebannya. Riyadhus Sholihin memang juga punya banyak tanggungan anak yatim, tapi kami juga ingin terus membantu sesama yang membutuhkan melalui Riyadhus Sholihin Peduli,” terangnya.
KH Ismail mengajak semua dermawan dan BUMN untuk turut serta membantu sesama yang membutuhkan. Sebab, rezeki harus disedekahkan agar bisa menjadi berkah.
“Saya mengajak semua pihak, para dermawan dari kepala daerah, BUMN ayolah peduli sesama, ayo berbagi untuk keberkahan rezeki kita,” ujar KH Ismail saat menjawab pertanyaan media.
Untuk diketahui, kondisi Hanafi akan mendapatkan penanganan medis di RS Airan melalui BPJS dan akan menjalani operasi untuk membuat lubang makanan ke tubuhnya. Karena selama ini hanya mengkonsumsi susu. Dokter menyarankan akan operasi ke depan membuat lubang untuk masuknya makanan. (*)















