“Tidak sepucat tanggal 29 Desember, tidak ada pipa, kipas dilepas jadi tidak ada hiasan yang tersisa, hanya masih ada operasi plester (foto) dan masih ada saluran untuk menyedot. cairan tetap ada di kepala, ”katanya.
Menanggapi perkataan orang lain juga cukup cepat. Dalam kunjungan Indy, Bekti terus menggandeng tangan sahabatnya itu.
Lanjut Indy, penglihatan Bekti masih buram sehingga tidak bisa melihat dengan jelas. Dalam kunjungannya ke Bekti pada 6 Januari lalu, dia didampingi putranya, Raphael Sarmanella.
“Rapha, anakku datang, dia sangat ingin bertemu. Dia memanggil Bekti dari masa lalu Om Inda. Jadi aku berkata, ‘Bekti ada yang ingin bertemu denganmu.’
Saat Rapha masuk, Bekti tidak bisa melihat dengan jelas. Begitu Rapha mendekat, Bekti menggendong putra sahabatnya sambil menangis.















