Meski dibekali baterai besar, mobil ini memiliki bobot yang sama dengan Chiron, yakni 1.
995 kg.
Kapasitas baterai mampu memberikan jangkauan EV 60 km.
Berkat tenaganya tersebut, Tourbillon mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 2,0 detik, cukup cepat bukan?
Tourbillon mampu mencapai kecepatan 300 km/jam dalam waktu kurang dari 10 detik, atau bahkan 400 km/jam dalam waktu kurang dari 25 detik.
Meski begitu, masih tertinggal dari Rimac Nevera yang mampu berlari dalam waktu 21,3 detik.
Kecepatan tertinggi Bugatti Tourbillon ini mampu mencatatkan angka 380 km/jam dengan pembatas.
Namun saat pengemudi menekan “tombol kecepatan”, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 445 km/jam.
Nama Tourbillon diambil dari nama bagian jam tangan yang ditemukan pada tahun 1801 di Swiss.
Itu sebabnya speedometer mobil ini menampilkan elemen desain yang terinspirasi jam tangan.
Bugatti Tourbillon diproduksi terbatas 250 buah dan akan sampai ke konsumen pada tahun 2026 dengan harga 3,8 juta euro atau setara Rp 67 miliar.















