Tubuh dan rambut sebagian para muli mekhanai yang sudah basah akibat terkena cipratan air, dan antusias para tamu undangan semakin membuat keseruan suasana.
Ya, Tradisi mandi di sungai ini disebut dengan istilah “Blangikhan”, Sebuah tradisi turun temurun Warga Lampung, untuk menyucikan diri menjelang Ramadhan.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan bahwa kegiatan Blangikhan merupakan simbol pensucian hati dalam menghadapi bulan suci Ramadan, agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar tanpa ada halangan.
“Blangikhan ini tradisi khas Lampung turun temurun yang diwariskan oleh leluhur, dan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat lampung. Selain sebagai upaya melestarikan budaya lampung agar tidak lekang termakan zaman, kegiatan ini juga berguna untuk meningkatkan sektor pariwisata, serta sebagai proses pensucian hati dari rasa benci, iri hati,dan sombong, dalam menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.















