Sebagai bukti nyata, program ini sudah berjalan sejak 2024 dengan 18 alumni MHS yang kini aktif kuliah di Institut Pariwisata Trisakti.
Bahkan, Chandra membagikan pengalaman pribadinya yang sukses meraih gelar S1 dan S2 masing-masing hanya dalam waktu 1 tahun lewat jalur RPL, bermodal rekam jejak 25 tahun di industri global dan 14 tahun memimpin MHS.
Tak main-main, MHS juga menyiapkan bonus fantastis bagi siswa berprestasi. “Kami berikan beasiswa kuliah gratis di Institut Pariwisata Trisakti bagi alumni yang berhasil meraih predikat best trainee selama masa magang,” tegasnya.
Memasuki usia kiprah yang ke-14 tahun, MHS konsisten melatih 200 hingga 250 siswa tiap tahun lewat program intensif terakreditasi selama 1 tahun. Pola pendidikannya dirancang sangat taktis:
6 Bulan Pertama mengitu pendalaman teori dan praktik dasar di dalam kampus dan 6 Bulan Kedua mewajibkan mengikuti program magang (internship) di hotel-hotel berbintang wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Kenapa harus Jakarta? Kami ingin mendobrak mindset anak-anak agar berwawasan global dan maju. Jadi, begitu selesai magang dan kembali ke Lampung, mental mereka sudah matang dengan prinsip ‘Pulang Kampung, Bangun Kampung’,” kata Chandra penuh optimisme.
Strategi ini terbukti jitu. Angka keterserapan kerja lulusan MHS menyentuh angka luar biasa.
Sebanyak 90 persen siswa langsung direkrut kerja secara otomatis sebelum lulus, sedangkan 10 persen sisanya dikawal ketat oleh manajemen hingga mendapatkan posisi kerja yang ideal. “Di MHS, tidak ada istilah lulusan menganggur,” imbuhnya.
//Selaras dengan Regulasi Kemendikdasmen RI
Langkah taktis Metro Hotel School ini mendapat lampu hijau dan apresiasi dari pemerintah pusat.
Perwakilan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, Chrismi Widjajanti, memaparkan bahwa program RPL ini menjadi solusi krusial pasca terbitnya Permendikbud Nomor 24 Tahun 2025 yang mewajibkan instruktur lembaga kursus (LKP) minimal bergelar D3 atau S1.
Dari data kementerian, terdapat sekitar 4.000 instruktur LKP di Indonesia yang saat ini masih berlatar belakang SMA/SMK/D1. Lewat skema RPL, pengalaman mengajar mereka dikonversi sehingga mereka hanya perlu menempuh kuliah maksimal 2 tahun untuk meraih gelar sarjana.
Chrismi juga memuji rekam jejak LKP bidang perhotelan dan kapal pesiar (yang menaungi sekitar 278 lembaga di Indonesia, termasuk MHS) karena memiliki manajemen yang sangat rapi dan daya serap industri yang luar biasa tinggi hingga ke luar negeri.
Kementerian kini tengah menggodok perencanaan agar program RPL instuktur ini ke depan bisa disokong oleh pendanaan dari LPDP, menyusul program Kredensial Mikro gratis yang saat ini sudah berjalan.
//Jadi Rebutan Jaringan Hotel Internasional
Kualitas jempolan anak-anak MHS diakui langsung oleh para pelaku industri. Salah satunya diungkapkan oleh General Manager Golden Tulip Essential PIK2 (Artotel Group), Garna Sobhara Swara.
Sobhara menyatakan, hubungan kerja sama Artotel dengan MHS sudah mengakar kuat sejak sebelum pandemi Covid-19 berkat reputasi baik yang dibangun oleh Chandra Wijaya.
Kualitas anak-anak MHS saat training sangat luar biasa, makanya begitu selesai magang, langsung kami hired jadi staf resmi. Saat ini ada sekitar 60 sampai 80 alumni MHS yang sukses meniti karier di seluruh jaringan Artotel Group,” ungkap Sobhara
Mengingat Artotel Group kini tengah agresif melakukan ekspansi dengan mengelola 104 hotel dan membuka beberapa unit baru tahun ini, Shobara secara terbuka meminta pasokan SDM dari MHS sebanyak-banyaknya.
“Kebutuhan industri akan SDM berkualitas tinggi sangat selektif dan melonjak tajam. MHS selalu menjadi mitra tepercaya kami dalam menyuplai tenaga kerja siap pakai,” pungkasnya.(*)















