“Awalnya saya mulai bekerja di restoran siap saji sekitar 1 tahun pada 2008 diusia 18 tahun dan menjadi karyawan outlet fashion terkenal di Senayan. Pernah juga coba nge-band saat lulus SMK, kurir, ikut casting Ftv, hingga menjadi sales rokok di Jakarta,” Pungkasnya.
Pasca merasakan pahit manis sejumlah batu loncatan, Mohan Hazian beranikan diri mengadu nasib di megapolitan Jakarta pada 2003 dan mulai membuka brand fashion.
Menurut pria yang selera humor ini, mengadu nasib di ibu kota bukanlah hal yang mudah. Namun yang terpenting tak mudah putus asa dan terus mencoba berbuat yang terbaik di Jakarta pada 2003.
“Jangan cepat merasa puas dengan apa yang sekarang didapatkan. Karena menurut gue kepuasan terhadap sesuatu hanya ngebuat berhenti menemukan hal baru dan sesuatu yang lebih baik,” ungkapnya.















