Lanjut Erick, BUMN juga telah ada sekitar 6.000 orang yang ikut magang di perusahaan pelat merah yang berkaitan dengan program magang bagi mahasiswa dan santri dari pesantren-pesantren.
Tujuannya semata untuk mempersiapkan generasi muda ke depannya sebagai bagian penting pembangunan Indonesia.
“Kementerian BUMN juga telah memberikan pendampingan seperti vokasi mendidik guru agar gurunya lebih baik lagi kita juga memberikan program magang santri santri boleh magang supaya bisa beradaptasi dengan perubahan kita juga memberikan program kepada universitas-universitas terbaik.” ulasnya.
Lebih lanjut Erick berharap para santri yang sudah mendapatkan ilmu dan pendampingan bisa dapat mengamalkan apa yang didapatkannya untuk mengabdi di pesantren.
“Harapannya melalui pendidikan itu, santri yang semula mendapatkan pendidikan vokasi dari para akademisi. Setelah selesai sekolah kembali ke pesantrennya bisa mengaplikasi ilmu yang didapatnya,” pungkasnya.














