Kebiasaan Begadang meningkatkan Risiko Diabetes 2 Tipe

Kebiasaan Begadang meningkatkan Risiko Diabetes 2 Tipe
Kebiasaan Begadang meningkatkan Risiko Diabetes 2 Tipe. . /Canva

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 11% peserta memiliki kronotipe “nokturnal” yang kuat, sementara 35% cenderung bangun lebih awal. Sisanya, sekitar setengahnya, berada di antara keduanya. Orang dengan kronotipe malam hari memiliki peningkatan risiko diabetes sebesar 72% sebelum memperhitungkan faktor gaya hidup. Namun, setelah mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, risikonya berkurang menjadi 19%.

Dampak dan Penelitian Masa Selanjutnya

Sina Kianensi, PhD, DVM, penulis utama studi ini, mengatakan meskipun faktor gaya hidup mempengaruhi hubungan antara chronotype dan risiko diabetes, namun hubungan tersebut masih ada. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hubungan antara kronotipe malam dan risiko diabetes hanya diamati pada perawat yang bekerja pada shift siang dan tidak pada mereka yang bekerja pada shift malam.

Bacaan Lainnya

“Ketika kronotipe tidak sesuai dengan jam kerja, kita melihat peningkatan risiko diabetes,” tambah Huang.

2. Hal ini menunjukkan bahwa jadwal kerja yang lebih personal mungkin bermanfaat. »

Meskipun penelitian ini memberikan informasi penting, penting untuk diingat bahwa mayoritas peserta adalah perawat berkulit putih. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah tren serupa juga berlaku pada populasi lain.

“Jika kita dapat mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara kronotipe dan diabetes atau penyakit lainnya, dokter akan dapat merancang strategi pencegahan yang lebih spesifik pada pasien,” harap Kianersi.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *