Konflik Gajah Liar Masih Mengancam, Satgas-Warga Lakukan Blokade

Ilustrasi Spesies Gajah Afrika. (Foto Shutterstock
Ilustrasi Spesies Gajah Afrika. (Foto Shutterstock

ISPtimes.com – Kawanan gajah liar yang memasuki pemukiman penduduk di Pekon (desa) Sukamarga, Suoh, Lampung Barat ini masih mengancam. Saat ini kawanan gajah sudah berjarak hanya sekitar 200 meter dari lahan garapan warga.

Untuk mengantisipasi, Satuan Tugas (Satgas) dan Masyarakat, memblokade kawanan konflik gajah liar yang menjadi teror warga di Pekon Sukamarga, Suoh, Lampung Barat (Lambar).

Camat Suoh, Mandala Harto mengatakan, konflik gajah di wilayahnya masih saja terjadi. Sehingga Satgas dan Masyarakat memblokade wilayah yang menjadi konflik gajah.

“Kawanan gajah ini berjarak hanya sekitar 200 meter dari Talang Mbah Jael, masuk dalam wilayah Pemangku Kalibata Pekon Sukamarga, lahan itu milik tujuh KK,” kata Mandala Harto, Selasa (31/8/2021), melansir referensi rakyat.co.id, (jaringan ISPtimes.com).

Menurutnya, adanya konflik gajah ini, sangat mengkhawatirkan. Sebab, akan menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat.

“Makanya, kami dari kecamatan, bersama Satgas dan juga masyarakat memblokade kawanan gajah. Harapannya, gajah bisa menjauh dari lahan warga dan masuk dalam hutan rimba,” Ujarnya.

Selain melakukan blokade, sambung Mandala, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk tidak melakukan upaya penggiringan kawanan gajah, tanpa koordinasi dan komando dari Satgas.

“Jangan ada lagi warga yang nekat melakukan penggiringan sendiri, karena itu membahayakan masyarakat, karena itu perlunya koordinasi dan satu komando. Karena kami menerima laporan itu masih ada. Masyarakat perlu paham bahwa itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Lebih lanjut Mandala mengatakan, untuk blokade pada titik-titik yang berpotensi perlintasan kawanan gajah. Sejauh ini, kekompakan dan kegotong-royongan masyarakat cukup tinggi, membantu petugas melakukan penghalauan.

Sebelumnya, terdapat 12 ekor gajah yang masih menghantui masyarakat Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS). Kawanan gajah tersebut sempat masuk permukiman penduduk dan merusak rumah, gubuk dan tanaman warga.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.