ISPtimes.com – Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah Upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat Kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan Sumber Daya Manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.
Dalam rangka percepatan transformasi kesehatan di Indonesia khususnya RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang mengacu pada pilar ke-2 yaitu transformasi layanan rujukan, perlu dilakukan suatu upaya untuk mendekatkan layanan penanganan stroke kepada masyarakat, melalui program pengampuan untuk memperbanyak fasilitas kesehatan yang mampu menangani kasus stroke di Indonesia. RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dinilai layak dalam pelaksanaan proctorship karena telah memiliki sarana dan prasarana pendukung.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan selama 5 periode dengan hasil periode terakhir terjadi peningkatan sebanyak 58% dibanding dengan periode 5 tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan prevalensi penderita stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk umur 15 tahun menurut provinsi yang meningkat dari 7 permil pada 2013 menjadi 10,9 permil pada 2018.
Prevalensi stroke non hemoragik 70 % dan stroke hemoragik 30%. Subarachnoid Haemorhage (SAH) yang disebabkan oleh pecahnya aneurisma memiliki tingkat kematian tertinggi, di mana hampir 50% pasien tidak mampu bertahan hidup lebih dari satu bulan setelah serangan.
Meskipun aneurisma intrakranial yang pecah relatif jarang terjadi (sekitar 1 dari 10.000 orang), prevalensi aneurisma yang belum pecah cukup tinggi, berkisar lebih dari 2% populasi dan meningkat seiring bertambahnya usia,. Untuk mengurangi kematian akibat SAH diperlukan tindakan cliping. Proctorship tindakan clipping dalam layanan pengampuan stroke merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan stroke dan mengurangi angka kematian serta kecacatan akibat stroke di Indonesia.
“RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sebagai RS Pengampu Regional dalam program layanan prioritas ditargetkan untuk mencapai stratifikasi layanan strata paripurna. Hal ini juga merupakan transformasi kesehatan ini dengan mendukung peningkatan aksesibilitas layanan rujukan yang berkualitas,” kata Plt. Direktur Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes
Proctorship dalam tindakan clipping stroke merupakan program pelatihan atau bimbingan yang diberikan kepada tenaga medis, khususnya dokter bedah saraf, dalam melakukan prosedur clipping aneurisma otak. Tujuan proctorship ini adalah untuk memastikan bahwa prosedur clipping dilakukan dengan benar, aman, dan efektif, serta untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dokter dalam menangani aneurisma otak.
Proctorship melibatkan beberapa tahapan, termasuk observasi prosedur, bimbingan langsung selama operasi, umpan balik dan evaluasi dari proktor, serta diskusi dan pembelajaran berkelanjutan.
“Harapan kita dalam program ini kan lebih banyak pasien stroke yang tertangani secara cepat, sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke, dan dapat merevitalisasi kembali bagaimana kompetensinya dalam menangani kemampuan kasus pasien Aneurisma Cerebrovaskular,” dalam arahannya dr. Imam Ghozali.
Dengan adanya proctorship, diharapkan tindakan clipping aneurisma dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga memberikan hasil yang optimal bagi pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pencegahan aneurisma melibatkan penerapan gaya hidup sehat dan mengelola faktor risiko, menjaga tekanan darah tetap stabil, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, menjaga berat badan sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
“Kami sangat berharap melalui kegiatan proctorship ini sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi SDM kami dalam melakukan tindakan medis. Ke depan, pasien stroke yang terdiagnosa seperti ini tidak usah dirujuk ke luar daerah karena tindakan ini dapat dilakukan di RSUDAM,”tutupnya
Guna mewujudkan visi dan misi pemerintah Provinsi Lampung. RSUD Dr. H. Abdul Moeloek berkomitmen penuh dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan layanan prioritas yang prima. Serta, menjalankan program pengampuan dengan baik. “Bersama Lampung Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”.(*)















