Siap-siap Bestie! Sepanjang Oktober Langit Akan Hujan Meteor

Siap-siap Bestie! Sepanjang Oktober Langit Akan Hujan Meteor
Siap-siap Bestie! Sepanjang Oktober Langit Akan Hujan Meteor

Hanya berselang waktu dua hari hujan meteor Taurid Selatan akan mencapai puncaknya pada 10 Oktober 2025. Meteor ini dikenal karena kilatannya yang terang dan gerakannya yang lambat, dengan jumlah yang tidak banyak, tapi meteor ini mudah dinikmati.

Taurid Selatan kerap menghasilkan meteor besar yang disebut fireball, yaitu bola api bercahaya kuat yang melintas di langit malam. Fenomena inilah yang membuatnya termasuk salah satu hujan meteor yang ditunggu setiap tahun.

Bacaan Lainnya

11 Oktober 2025, Hujan Meteor Delta Aurigid
Pada keesokan harinya, yakni 11 Oktober 2025, langit akan menampilkan hujan meteor Delta Aurigid yang tampak berasal dari rasi Auriga. Intensitasnya tergolong rendah hingga sedang, namun menarik untuk diamati, terutama bila cuaca cerah dan minim gangguan cahaya buatan.

18 Oktober 2025, Hujan Meteor Epsilon Geminid

Giliran hujan meteor Epsilon Geminid yang akan menghiasi langit pada 18 Oktober 2025. Fenomena ini berasal dari rasi Gemini dan dapat terlihat sejak tengah malam hingga menjelang fajar.
Pada periode ini, cahaya bulan belum terlalu terang sehingga pengamatan hujan meteor berpeluang berlangsung optimal di berbagai daerah.

21 Oktober 2025, Hujan Meteor OrionidHujan meteor Orionid merupakan salah satu hujan meteor yang paling dinanti dan akan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2025. Fenomena ini berasal dari sisa debu komet Halley, yang juga menjadi sumber hujan meteor Eta Aquarid pada Mei.Orionid termasuk hujan meteor aktif dengan rata-rata puluhan meteor per jam. Titik pancarnya berada di rasi Orion, yang mudah dikenali karena bentuknya yang khas di langit malam.
Hujan Meteor Leonis Minorid (24 Oktober 2025)

Sebagai penutup rangkaian fenomena langit Oktober, hujan meteor Leonis Minorid akan berlangsung pada 24 Oktober 2025. Meteor ini tampak berasal dari rasi Leo Minor yang terletak di belahan langit utara.

Meskipun jumlah meteor yang terlihat tidak sebanyak Orionid, Leonis Minorid tetap menghadirkan pemandangan menarik, khususnya bagi pengamat langit di lokasi yang jauh dari polusi cahaya.

Tips Cara Menyaksikan Hujan Meteor

Fenomena hujan meteor bisa disaksikan secara langsung tanpa teleskop atau alat khusus. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

Pilih lokasi yang gelap dan jauh dari lampu kota atau polusi cahaya.
Arahkan pandangan ke langit atau cari titik rasi bintang sesuai asal lintasan meteor.
Datang lebih awal agar mata beradaptasi dengan kegelapan selama 15-30 menit.
Gunakan pakaian hangat jika mengamati pada dini hari.
Pastikan prakiraan cuaca dan langit cerah agar pandangan tidak terhalang awan. ***


Pos terkait