Dengan begitu, lanjutnya, kaum perempuan bukan saja memenuhi kodrat sebagai Ibu, tetapi juga bisa menjadi nilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
“Selain mengurus rumah dan anak anak, dengan memiliki pekerjaan tambahan ini, bisa menghasilkan uang dan membantu ekonomi keluarga,” jelas legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini
Syarif yang saat ini duduk di komisi V DPRD Lampung, menyampaikan, perempuan juga harus berdaya dan bekerjasama dengan suami untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Apa lagi zaman sekarang, lanjutnya, hasil karya bisa dijual melalui media sosial (medsos) atau promosi melalui WhatsApp.
“Saya berharap ke depan akan lebih banyak lagi Rumah Jahit atau Rumah Pemberdayaan perempuan lainnya di setiap kelurahan di Bandar Lampung. Keberadaan mereka ini tentunya harus disupport oleh dinas atau instansi yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Caranya bagaimana? Yaitu dengan terus berupaya untuk memberikan pelatihan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga akan tumbuh pelaku-pelaku UMKM baru di Bandar Lampung,” ungkap Syarif.
Sesuai namanya, Rumah Jahit mengajarkan keterampilan menjahit bagi kaum ibu-ibu yang ingin menambah keahlian baru sekaligus menambah sumber ekonomi baru. Rumah Jahit dikelola oleh Yayasan Bina Madani Quran (BMQ) secara swadaya.















