Ketika kelompok itu menguasai Afghanistan dari tahun 1996-2001 lampau, mereka telah memberlakukan beberapa pembatasan keras terhadap perempuan. Perempuan dilarang bekerja, mengenyam pendidikan, bahkan keluar rumah tanpa wali laki-laki.
Heydari terpaksa melarikan diri dari Kabul dan kini ia berada di Prancis.
“Ketakutan terbesarnya bukanlah kematian, tetapi “dikurung” dan tidak bisa “keluar dan melanjutkan pekerjaan,” tegas Roya.
Roya menambahkan bahwa dia akan kembali jika kelompok itu dapat meyakinkannya bahwa kelompok perempuan dapat terus bekerja.















