Oleh karena itu, Unila perlu memiliki tim asesor internal yang tidak hanya paham secara teoritis, tetapi juga terlatih secara teknis dalam menerapkan berbagai simulasi asesmen seperti in-basket exercise, leaderless group discussion, behavioral event interview, dan metode lainnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual tentang metode asesmen, tetapi juga latihan praktik yang intensif, sehingga peserta dapat benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan seorang asesor profesional.
Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya menjadi asesor yang terlatih, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam peningkatan kualitas SDM di Unila.
Ia juga menyampaikan, investasi Unila dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada kinerja dan meritokrasi. Dengan memiliki asesor-asesor yang kompeten, maka proses promosi jabatan, mutasi, maupun pengembangan pegawai akan menjadi lebih tepat sasaran dan adil.
Dr. Habibullah juga mengajak seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius, aktif, dan terbuka untuk belajar hal-hal baru. Ia menegaskan, keikutsertaan dalam pelatihan ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi peserta, tetapi juga sebagai kontribusi besar terhadap kemajuan institusi secara keseluruhan.
Acara juga turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Sistem Informasi, serta Direktur Pascasarjana Unila.
Peserta training merupakan perwakilan dosen dan tenaga kependidikan Unila. Mereka akan memperoleh materi dan pelatihan intensif terkait teknik observasi perilaku, wawancara berbasis kompetensi, serta penyusunan simulasi untuk mengukur potensi dan kinerja pegawai melalui pendekatan Assessment Center.
Panitia pelatihan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator profesional dari Bina Karir by Care Indonesia Solution, yaitu Medianta Tarigan, M.Psi., dan Fadillah, M.Psi.
Keduanya dikenal berpengalaman dalam pelatihan dan pengembangan sistem Assessment Center di berbagai instansi, baik pemerintahan maupun swasta.
Melalui kegiatan ini, Unila berharap dapat membentuk asesor internal yang memiliki sertifikasi dan kompetensi yang mumpuni, sehingga dapat menunjang pengelolaan SDM yang berbasis meritokrasi serta mendukung pengambilan keputusan kelembagaan yang lebih objektif dan berdaya saing. (*)















