Peninjauan yang dilakukan, sambung Asisten II, dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari jumlah masyarakat yang ada di pasar tersebut, baik itu dari pihak penjual maupun pembeli, termasuk juga jumlah transaksi setiap harinya.
“Kami juga meninjau dari fasilitas yang tersedia seperti bangunannya, ukuran kiosnya, kesehatan lingkungannya, Kamar Mandi dan semua itu harus disesuaikan dengan kebutuhan pedagang. Termasuk juga lahan parkir sehingga harapannya saling menguntungkan baik itu buat Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun bagi masyarakat pedagang maupun pembeli,” ungkapnya.
Setelah peninjauan ini, Asisten II menyatakan akan mengumpulkan seluruh Perangkat Daerah terkait untuk meminta data seputar Pasar Pagi Kotabumi.
” Ya, bila perlu kita lakukan pengukuran teknis di lapangan sehingga tidak ada kesenjangan data dan fakta. Kita selama ini melakukan pembangunan selalu ada kesenjangan data dan fakta sehingga pembangunan kita cenderung tidak memenuhi tuntutan masyarakat,” tandas Asisten II.
Source : Diskominfo Lampura















