Menegaskan Dolorosa, keramikus Asmudjo J Irianto, dari ITB menyatakan apresiasinya terhadap pembangunan studio keramik dan kerja-kerja kebudayaan pada umumnya di Tubaba.
Bagi pengajar FSRD ITB tersebut, Tubaba merupakan kota yang spesial, kota kecil yang berani menjadikan kebudayaan sebagai kerja kongkret, bukan lip service semata. Sembari menyampaikan informasi bahwa keramik cukup luas manfaatnya, bisa memenuhi kebutuhan pragmatis dan mikro ekonomi warga.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa studio yang dibangun dengan gaya arsitektur yang estetis tersebut juga strategis dalam pengembangan pariwisata.
Digagas oleh Umar Ahmad dan berkolaborasi dengan Zainul Jinan untuk mewujudkan arsitektur terakota. Jinan, adalah seorang pemuda tiyuh Panaragan Jaya Indah, Tubaba. Kolaborasi ini bisa dibilang menarik karena sang arsitek adalah jebolan Kelas Seni Tubaba (cikal bakal Sekolah Seni Tubaba), sebuah program yang digagas oleh Umar Ahmad sendiri untuk mengembangkan anak-anak Tubaba mengembangkan diri melalui pendidikan kesenian sejak tujuh tahun silam.













