“Kita juga mengucapkan terimakasih pada pemerintah provinsi serta anggota DPRD kota, dalam mendukung pembangunan kota Tapis Berseri ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Qudratul Ikhwan mewakili Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan, sebagai ibu kota provinsi, Bandarlampung diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing salah satunya melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Kota Bandar Lampung juga diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif mendorong terus tumbuhnya UMKM baru. Karena Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia sangat berpotensi untuk dijadikan pasar utama domestik dalam memasarkan produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM,” ucap Qudratul.
Lebih lanjut diungkapkan, pemerintah daerah tentunya juga harus siap menghadapi era ekonomi digital, untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi digital demi meningkatkan produktivitas UMKM.
“Sebagai ibukota dan wajah provinsi Lampung. Bandarlampung tentu dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yang lebih dibanding kabupaten/kota lainnya. Lalu dalam perumusan tujuan, sasaran strategi, arah kebijakan dan program pembangunannya juga agar dapat disinergikan untuk mendukung implementasi 33 agenda kerja utama untuk mewujudkan Lampung Berjaya,” pungkasnya.
Setelah acara paripurna, pemotongan tumpeng dilakukan oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, dengan potongan pertama diberikan pada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Qudratul Ikhwan. (adv)















