Dari informasi yang diperoleh Wiyadi, hanya dalam hitungan beberapa bulan sudah Rp20-30 triliun, dana yang terkumpul dari trader yang loss.
Namun, tidak jarang orang-orang yang berharap bernasib sama justru merugi.
“Banyak trader atau sebutannya apalah yang berharap kaya mendadak malah loss mendadak. Fenomena apakah ini?,” kata Wiyadi.
Dari contoh tersebut, Wiyadi kemudian menghimbau agar semua orang tak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan bergelimang dengan waktu relatif singkat.
“Masih banyak yang teropsesi kaya dengan mendadak. Jangan mudah teropsesi hanya dengan melihat influencer,” pinta Wiyadi.















