Pasca Khalifahnya Diamankan, Jamaah Khalifatul Muslimin Mengaku Hanya Bisa Berdoa

Pasca Khalifahnya Diamankan, Jamaah Khalifatul Muslimin Mengaku Hanya Bisa Berdoa
suasana Kantor Pusat yang berada di Bandar Lampung atau lebih tepatnya berlokasi di Jalan WR Supratman, Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung tampak ramai aktivitas.

“Iya benar, Khalifah ditangkap selesai salat subuh,” ungkap Abu Bakar.

Disinggung adakah pesan khusus yang disampaikan oleh Khalifah saat ditangkap, Abu Bakar mengungkapkan bahwa Khalifah memerintahkan untuk selalu berdoa dan tawakal kepada Allah SWT.

Bacaan Lainnya

“Enggak ada pesan khusus, kami disuruh berdoa kepada Allah, dan sabar menghadapi cobaan ini ” bebernya.

Sebelumnya, Pimpinan Khalifatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap oleh pihak kepolisian pada Selasa, 7 Juni 2022 sekira pukul 06.00 Wib.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolresta Bandar Lampung, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, bahwa penindakan yang dilakukan Polda Metro Jaya melakukan penindakan upaya paksa terhadap pimpinan tinggi ormas Khilafatul Muslimin.

 

“Yang dalam pelaksanaannya kami dibantu oleh pimpinan daerah Kota Bandar Lampung kami laksanakan penangkapan sesuai dengan SOP dan prosedur secara humanis di mana dalam kegiatan pagi ini merupakan rangkaian upaya penyelidikan Polri terhadap tindak pidana organisasi masyarakat yang menganut mengembangkan menyebarkan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ungkap Hengki.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain daripada itu serta penyebaran berita bohong, sehingga dapat menimbulkan keonaran terhadap di masyarakat juga di kalangan umat muslim itu sendiri.

 

“Tersangka yang kita amankan Abdul Qodir yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme dua kali ditahan 3 tahun dan 13 tahun,” jelasnya.

 

Sementara, dari hasil penyelidikan pihaknya, ada hal yang sangat kompresif dari apa yang disampaikan oleh pimpinan khilafatul Muslimin baik petinggi yang kita tangkap ataupun petinggi di wilayah lain yang mengatakan bahwa mereka tidak bertentangan dengan Pancasila.

 

“Namun setelah kami analisis dari penyelidikan ternyata kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh gelar atau kaum muslimin ternyata kegiatan ini sangat bertentangan dengan Pancasila,” tukasnya.

 

Selanjutnya, Hengki melanjutkan bahwa mereka memiliki website YouTube, yang kemudian ada juga tim-tim yang setiap bulan menerbitkan pamflet atau selebaran-selebaran atas analisis berbagai kegiatan, baik ahli agama Islam dari ahli pidana dan sebagainya.

 

“Menyatakan bahwa ini merupakan bentuk kegiatan melawan hukum terhadap undang-undang dan tentang penyebaran penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. Nah, di sini yang perlu diketahui yang pertama adalah apa yang disampaikan oleh mereka selama ini mendukung NKRI dan Pancasila bahwa faktanya tidak benar,” pungkasnya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *