Purnama Tiyuh- Tiyuh Edisi 2 Menjadi Momen Pidato Terakhir Bupati Umar Ahmad

Purnama Tiyuh- Tiyuh Edisi 2 Menjadi Momen Pidato Terakhir Bupati Umar Ahmad
Purnama Tiyuh- Tiyuh Edisi 2 Menjadi Momen Pidato Terakhir Bupati Umar Ahmad . (Kolektif Seni Tubaba)

Ada pun rangkaian acara “Purnama Tiyuh-tiyuh” edisi ke 2 terdiri dari: Diskusi 10 Tahun Equator Biennale Yogyakarta “Membaca Pendidikan Seni dalam Siasat Khatulistiwa” dengan pembicara Alia Swastika (Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta), Semi Ikra Anggara (Direktur Sekolah Seni Tubaba), Karen Hardini (Staf Program dan Peneliti Yayasan Biennale Yogyakarta), dengan moderator John Heryanto.

Yang diselenggarakan atas kerjasama oleh Sekolah Seni Tubaba dan Yayasan Biennale Yogyakarta; Lomba Baca Puisi Se Tubaba Tingkat SMP dan SMA 2022 yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba, Komunitas Literasi Tubaba, dan Sekolah Seni Tubaba; Peresmian Studio Kramik Tubaba; dan puncaknya adalah Malam Purnama Tiyuh-Tiyuh. Seluruh acara tersebut berlangsung di Kota Budaya Ulluan Nughik, Tubaba.

Bacaan Lainnya

Puncak acara “Purnama Tiyuh-Tiyuh” itu, akan dilaksanakan pada 21 Mei 2022 di Rumah Baduy, pukul 19:30-selesai. Dalam cara tersebut, Bupati Tubaba Umar Ahmad rencananya akan menyampaikan pidato kebudayaan sekaligus membuka acara.

“Barangkali itu lah pidato terakhir Umar Ahmad sebagai Bupati menyapa warga dalam acara yang juga diinisiasi sejak awal oleh warga: dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” jelasnya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *