Purnama Tiyuh- Tiyuh Edisi 2 Menjadi Momen Pidato Terakhir Bupati Umar Ahmad

Purnama Tiyuh- Tiyuh Edisi 2 Menjadi Momen Pidato Terakhir Bupati Umar Ahmad
Purnama Tiyuh- Tiyuh Edisi 2 Menjadi Momen Pidato Terakhir Bupati Umar Ahmad . (Kolektif Seni Tubaba)

Dalam sambutan rangkaian pertama “Purnama Tiyuh-Tiyuh” Edisi 2, Diskusi 10 Tahun Bienale Yogyakarta “Membaca Pendidikan Seni Siasat Khatulistiwa”. Umar Ahmad sempat pula berpamitan dan berkata:
“Upaya-upaya membangun orang dan membangun ruang adalah upaya untuk menuju masa depan.

Kalau di Dinas Pendidikan itu ada Tubaba Cerdas, kami mengundang pengajar-pengajar cerdas se Indonesia untuk hadir ke tempat ini. Mereka bersedia menghibahkan waktunya selama satu tahun. Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah membangun pendidikan alternatif. Ada Tubaba Camp yang peserta didiknya itu siswa-siswi SD, model pendidikan yang kita perkenalkan soal budaya dan ekologi.

Bacaan Lainnya

Lulusannya kami beri gelar kesatria nenemo. Setiap lulusan diberi satu pohon yang akan menjadi teman hidup mereka selama menumpang di atas bumi. Terus ada kesantrian tubaba. Ini adalah model pendidikan yang mengirim muda-mudi Tubaba kepada orang-orang yang kita anggap layak Tubaba kepada seniman, kepada arsitek, kepada praktisi lingkungan dan lain-lain yang sedia dititipi anak-anak tubaba.

Sehingga anak-anak tubaba dapat belajar langsung pada orang-orang yang memengang prinsip-prinsip Tubaba. Kemudian ada Sekolah Seni menjadi penyenggara kegiatan hari ini. Ada tari, musik, sasta, teater, dan film. Namun dalam Sekolah Seni ini bukan siapa yang lulus jadi seniman atau artis.

Namun upaya ini adalah upaya untuk membentuk karakter Tubaba. Saya merasa Bahagia dan mohon doanya karena ini mungkin terakhir kalinya, saya pamit jadi Bupati di forum yang diadakan oleh Sekolah Seni Tubaba. Dan mohon doanya supaya tetap sehat dan selamat. saling mendoakan,“ pungkasnya.

Source : Rilis


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *