Rektor Teknokrat Dampingi Ketua FRI MoU Dengan Kemendagri dan Kemensos Terkait Dukungan Data Presisi

Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (Foto: Dokumentasi Teknokrat)

 

ISPtimes.com -Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos), melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Forum Rektor Indonesia (FRI), di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Bacaan Lainnya

Penandatanganan dilakukan oleh Mendagri Tito Karnavian Mensos Tri Rismaharini, dan Ketua FRI Arif Satria. Turut hadir Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf SE, MBA dan sejumlah pengurus.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan pentingnya data dan informasi yang presisi, menyangkut tata kelola pemerintah desa dan penyelenggaraan sosial desa.

Ketua Forum Rektor Indonesia Prof. Dr. Arief Satria sat meneken nota kesepahaman dengan Mensos dan Mendagri. (Foto: Dokumentasi Teknokrat)

“Bentuk kolaborasi antara pembuat kebijakan dengan dunia akademik penting untuk saling melengkapi. Sehingga kebijakan pusat dan daerah memiliki dasar teori dan data yang kuat secara ilmiah,” kata Tito usai menadatangani nota kerja sama dengan Kementerian Sosial dan Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk menguatkan kerja sama di bidang penyediaan data desa presisi, di Gedung C Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Senin (29/3).

Menurut Tito, keberadaan data desa yang presisi akan memberi manfaat untuk pembangunan desa. Desa memiliki peran sentral sebagai sistem administrasi pemerintahan terkecil di Indonesia. “Kalau kita melihat keseriusan untuk pengelolaan desa ini, di masa pemerintahan Presiden Jokowi itu, menurut saya sangat luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengapresiasi ide untuk membuat data presisi di seluruh desa. Keberadaan data ini akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

“Dengan adanya data desa presisi, dapat dilakukan pemantauan tak hanya berdasarkan data numerik, tetapi juga data spasial. Data ini sangat penting untuk mengevaluasi. Tidak  (berdasarkan) katanya siapa, tetapi bahwa secara fisik kami bisa mengetahui dengan pasti,” kata Risma

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Arif Satria mengatakan, data desa presisi merupakan salah satu inovasi penting dalam konsep pembangunan menyeluruh Indonesia sehingga dapat mengentaskan kemiskinan desa.

Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Dr. hM Nasrullah Yusuf, SE, MBA (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Dokumentasi Teknokrat)

“Data desa presisi akan terus kita sempurnakan dengan berbagai metodologi. Saat ini sudah dimanfaatkan oleh 16 kabupaten di Indonesia dan akan terus diperluas. Upaya proaktif ini akan optimal dengan kerjasama antara Kemendagri dan Kemensos dalam mewujudkan Satu Data Indonesia dan menghapus kemiskinan desa di Indonesia,” ujar Arif. (RLS)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.