“Politik-politik seperti itu akan mengotori ruang publik kita dan menurut saya itu yang akan menjauhkan politik peradaban kita, yang sejauh ini dibangun dengan ruang politik beradab. Saya kira harus dihindari hal-hal seperti itu sehingga kita bisa mendorong ruang publik kita lebih demokratis sekaligus juga bertanggung jawab,” sambungnya.
“Kadang sering dilupakan oleh banyak orang jadi dibalik kebebasan demokrasi politik kita melekat di dalamnya tanggung jawab sosial yang harus dipegang teguh dengan demikian politik yang adil dan beradab,” imbuh Surokim.
Jika nanti kasus itu berlanjut sampai ke meja hijau, nanti hakim yang memutuskan apakah bersalah atau tidak dan motif apa yang melandasi Faizal Assegaf melakukan hal tersebut.
“Padahal nantinya kalau tidak terbukti ujung-ujungnya di tuntut di pengadilan nanti minta maaf. Nah inilah yang saya kira butuh kedewasaan politik kita bersama karena menurut saya hal-hal seperti itu seyogyanya tidak memenuhi ruang publik kita dan politik-politik yang menurut saya selera rendah,” jelas Surokim.














