Setelah pemandangan motor-motoran, Pada menit ke 2 lebih 10 detik, setting beralih ke sebuah rumah atau penginapan di dekat pantai, di sebuah wilayah tropis. Hal ini dapat kita kenali via tanaman-tanaman yang ada di sekitar bangunan itu seperti, pohon kelapa, palem, batang kurma yang tak subur, bougenville, dan bunga-bunga tropis lainnya. Di sini kita melihat dunia Lisa yang lebih ceria dan berwarna-warni, seperti halnya yang kerap ia tunjukkan ketika berinteraksi dengan Blink saat konser atau dalam siaran langsung di media sosial.
Kemudian, menginjak pada menit ke 2 lebih 25 detik, budaya Thailand, asal negaranya dihadirkan. Dalam balutan pakaian tradisional negeri Siam itu, Lisa tampil glamor dan seakan mewakili keagungan peradaban Thailand. Sungguh sesuatu yang membanggakan bagi warga Thailand untuk menyaksikan salah seorang putri terbaiknya hadir di kancah Internasional dan menampilkan identitas bangsanya.
Tak cukup sampai di situ, keanekaragaman image kepribadian Lalisa Manoban juga kembali dihadirkan dalam 30 detik terakhir itu. Mulai dari Lisa berambut hitam panjang sebagaimana gadis-gadis Thailand dan Asia Tenggara pada umumnya, sampai dengan Lisa yang berambut warna-warni seperti kebanyakan gaya rambut muda-mudi seluruh dunia saat ini.
Dalam MV barunya itu, nampak seolah bahwa Lisa semakin menunjukkan dan mengukuhkan identitasnya. Dari pakaian lintas mode, properti dari yang antik sampai yang terbaru, genre musik yang sangat kaya dan beragam, semuanya adalah sebuah pernyataan bahwa identitas karyanya tak ada yang hanya bersumber atau mengacu pada satu aliran saja. Hal ini seolah menegaskan bahwa Lisa memang terinspirasi oleh banyak hal dan tak anti terhadap genre lainnya.
Lalu, jika disuruh menyimpulkan yang mana kepribadian asli Lisa, tentu kita akan kesulitan lantaran Lisa benar-benar seorang gadis yang berhasil menyatukan sekian banyak kelindan budaya dari pelbagai genre, trend, mode, dan hal yang dianggap baik maupun buruk, serta hal-hal yang kontradiktif ke dalam dirinya.
Lisa bukan cuma milik Thailand atau Korea Selatan. Ia juga bukan hanya cerminan bagi feminim tapi juga maskulin. Lisa bukan hanya milik Asia atau Eropa saja. Dari MV terbarunya ini, Lisa telah mewakili semua kebudayaan, semua peradaban, dan semua bangsa. Dan jika boleh meminjam istilah Pramoedya Ananta Toer, tak berlebihan jika kita menyebut Lisa sebagai “ANAK SEMUA BANGSA“.












