“Ini merupakan program pembinaan ini guna meningkatkan literasi masyarakat Indonesia yang saat ini masih dalam peringkat 62 dari 70 negara. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian dan proses pendidikan agama untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca al-quran bagi warga binaan,” kata dia.
Kalapas Putri Rahayu menambahkan, baginya pemasyarakatan adalah merupakan tempat untuk menuntut ilmu hingga pesantren. Sehingga dalam pembinaam baik kepribadian maupin mandiri ada output yang nyata dalam pembinaan untuk warga binaan.
“Tolak ukurnya yang sebelumnya tidak shalat menjadi rajin shalat dan tidak bisa baca mereka bisa baca di mulai dari iqro, surat penfek, dan lainnya. Terpenting ketika mereka keluar sudah bisa baca alquran dan bisa mengajar saling berbagi ilmu,” katanya.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan juga dapat bermanfaat bagi warga binaan kita,” katanya lagi.
Salah satu warga binaan setempat Lila Fatmalia, menuturkan, dirinya telah mengikuti program kemandirian tersebut selama tiga bulan sejak Mei-Agustus 2022.















