“Awalnya direncanakan oleh BMBK mentargetkan pinjaman 2 trilyun untuk mengkover seluruh ruas jalan provinsi, namun realisasi pinjaman hanya seperempat dari rencana, atau 569 milyar, sehingga kemungkinan terdapat ruas-ruas jalan yang belum terbangun pada tahun ini, dan ini patut dipahami serta diketahui masyarakat” ungkap mantan aktivis BEM Unila medio 2000an.
Namun demikian, dia tetap mendorong ruas jalan yang belum dibangun pada 2022 ini, dapat dibangun pada 2023 mendatang.
“Insya Allah pada tahun 2023 ruang-ruas jalan yang belum dibangun, ruas-ruas yang strategis akan dibangun. Sekaligus kami mengapresiasi atas alokasi anggaran untuk pembangunan ruas jalan Provinsi di Lampung Tengah, dimana seperempatnya ada di Lampung Tengah, yakni sebesar 139,8 Milyar. Hal ini patut dimaklumi sebab ruas jalan provinsi terpanjang ada di Lampung Tengah” ujarnya.
Sebagai informasi, 139,8 Milyar alokasi anggaran pembangunan jalan di Lampung Tengah dialokasikan pada 3 ruas jalan yakni ruas Kota Gajah – Simpang Randu sebesar 59,5 milyar, lalu ruas Simpang Randu – Seputih Surabaya , dengan alokasi 26 milyar.















