Menurutnya, Kaula diharapkan secara aktif berkontribusi menjaga agar ekosistem seni di Lampung tidak habis, itu tantangan besar.
“Jika habis, akan sulit untuk memulai lagi. Selain itu, kata Santos lagi, sembari menunggu skedul koordinasi, tim kecil sudah mulai dibentuk, termasuk payung hukumnya. Menginventarisir kebutuhan-kebutuhan alumni dan menurunkannya nanti dalam bentuk program,”ucapnya.

“Serta yang juga tak kalah pentingnya, bagaimana kemudian memetakan potensi sumber daya manusia yang ada. Serta yang paling ditunggu-tunggu tentu masukan-masukan dari alumi yang belum terhimpun,” sambungnya.
Terpisah, Febrian Malik Arrozaq, ketua UKMBS Unila periode 2021/2022 menyambut baik kehadiran Kaula. “Keberadaan Kaula secara langsung maupun tak akan mempengaruhi geliat UKMBS di masa mendatang,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini hanya sejumlah alumni yang masih berkontribusi mendukung proses kreatif UKMBS.
“Selama ini silaturahmi dengan alumni kurang berjalan dengan baik karena keterbatasan informasi, adanya wadah ini membuat anggota yang masih aktif di UKMBS bisa berinteraksi dengan alumni secara lebih intensif, dan jika memungkinkan membuat kerja kolaborasi di masa mendatang,”pungkasnya.
Source : Rilis














