Untuk itu, Ponpes Riyadhus Sholihin selalu menjaga kepercayaan dari para donatur dengan memenuhi segala kebutuhan santri yatim di sana dengan fasilitas kelas wahid.
Hal itupun diikuti dengan semakin banyaknya donatur yang mempercayakan donasinya ke Ponpes Riyadhus Sholihin.
“Kami menjaga kepercayaan umat, khususnya para donatur. Menjaga kepercayaan umat itu yang berat. Sebenarnya para pejabat ini mau menyumbang, cuma mereka krisis kepercayaan.
Ada oknum yang menyalahgunakan kepercayaan para donatur. Kami sangat menjaga, bahkan kami menunjukkan dengan prestasi para santri, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” kata Ismail.
Tak hanya memberikan fasilitas yang baik, Ponpes Riyadhus Sholihin juga memberikan pendidikan berkualitas kepada para santri. Baik itu pendidikan formal, non formal, maupun pendidikan agama Islam.
Para santri dibiayai sekolah dan dibebaskan memilih sekolahnya masing-masing. Sepulang sekolah, mereka kembali ke Ponpes dan mengikuti pendidikan keagamaan.
“Kami mendidik anak-anak yatim agar menjadi manusia yang punya harga diri dan kehormatan. Kami tempa mental para anak yatim agar punya harapan, bermental pejuang, dan visioner, serta mengamalkan ilmunya di masyarakat,” katanya.
Lulusan Ponpes Riyadhus Sholihin kini banyak tersebar di seluruh penjuru tanah air dengan berbagai profesinya. Ada yang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi, dan lainnya.
Tak sedikit pula yang memilih mengabdikan diri menjadi ustaz di kampung halamannya masing-masing.
Menurut Ismail, anak yatim jika diberi penanganan yang tepat maka akan menjadi orang-orang hebat. Maka, sangat tidak elok jika anak yatim hanya dijadikan objek menjual kesedihan demi meraup keuntungan untuk oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Anak yatim, lanjut Ismail mesti diperlakukan sama dengan anak-anak yang memiliki orang tua utuh. Mereka mesti juga diberi perhatian dan penghargaan apabila memiliki capaian tertentu.
Seperti yang dilakukan di Pesantren Riyadhus Sholihin setiap Bulan Ramadan. Para santri diberi target untuk menghatam Alquran minimal sebanyak lima kali selama Ramadan.
Nantinya, santri yang mencapai target akan diberi hadiah tambahan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.















