Selamat, Santri Ponpes Riyadhus Solihin Raih Penghargaan Internasional Dua Negara

Santri Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Bandar Lampung, Ardi Oksandi, meraih penghargaan tingkat internasional dari dua negara, yaitu Turki dan Korea Selatan. (Foto Dok. Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin).

ISPtimes.com -Santri Pondok pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Bandar Lampung, Ardi Oksandi, berhasil meraih penghargaan tingkat internasional dari dua negara, yakni Turki dan Korea Selatan.

Dalam kunjungannya yang mewakili Indonesia tersebut, dia meraih predikat peserta terbaik kedua program South Korea friendship.

Bacaan Lainnya

Penghargaan tersebut diberikan untuk delegasi yang memenuhi dan menyelesaikan tugasnya, yaitu memperkenalkan budaya dan makanan, penelitian bahasa dan kebudayaan negara tujuan, dan penelitian masyarakat lokal.

Sementara di Turki, Ardi mendapatkan Honorable Mention Projects, yaitu penghargaan atas perjuangan dan usahanya untuk mencapai suatu projek.

“Dalam program itu, Ardi di Turki mempunyai projek tentang perubahan iklim,” kata Ardi melalui pesan singkat yang kini masih berada di negara Korea Selatan, Rabu (28/4/2021).

Pimpinan Ponpes Riyadhus Solihin, Ismail Zulkarnain, menyatakan kebanggaannya atas prestasi anak didiknya tersebut yang meraih berbagai penghargaan internasional. Sebab, hal itu menjadi bukti anak yatim yang tidak dianggap remeh dan dipandang sebelah mata.

“Alhamdulillah ini menandakan anak yatim tidak bisa diremehkan, karena punya kemampuan dan potensi. Terbukti anak yatim kami bisa mewakili negara di luar negeri,” kata Ismail.

Dia melanjutkan, ponpes yang didirikannya tersebut akan terus mencetak anak-anak yatim berprestasi. Pihaknya akan terus menunjukkan jika ponpes yatim tidak identik dengan kebodohan dan kemiskinan.

“Pada prinsipnya kami akan mencetak terus Ardi-Ardi selanjutnya. Jadi jangan cukup sekali ini saja. Anak yatim itu jika diarahkan dan dibimbing akan keluar kemampuan yang besar,” katanya.

Menurut Abah nama sapaanya, selain Korea Selatan selama tiga pekan, Ardi juga sebelumnya menjalankan program pertukaran pelajar di Turki. Dari program-program, pihaknya mendapatkan dukungan dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana baik dari segi finansial maupun doa.

“Ya, Pemkot ini kalau sifatnya urusan agama dan orang miskin memang menunjukkan kepeduliannya,” tandasnya. (Red).


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.