Kronologis
Fenomena langka itu, kata Sutika, pertama kali ia ketahui ketika dirinya berkendara menuju rumah temannya sekitar pukul 08.00 Wita.
Di tengah perjalanannya, tiba-tiba hujan turun dengan lebat.
Sutika pun memutuskan untuk langsung putar balik kembali ke rumahnya. Kemudian, ia melihat gerombolan warga baik dewasa dan anak-anak telah ramai di pekuburan.
“Saya lihat ke kuburan, anak-anak sudah banyak yang mengambil-ambil burung itu. Saya lihat ada banyak burung di bawah pohon, ada yang mati, ada yang masih hidup,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan Sutika, kawanan burung pipit tersebut telah bertengger di dua batang pohon asam di kuburan itu selama lima hari belakangan.
Ia pun tidak mengetahui dari mana asal burung tersebut datang.
“Sekarang banyak lagi burung di sana padahal sudah banyak mati, dari mana itu datangnya, masih banyak,” tuturnya.















