Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, menyambut positif hasil visitasi tersebut. Ia menegaskan, pihaknya tengah berpacu dengan waktu agar izin operasional dari Ditjen Dikti dapat terbit sebelum periode pendaftaran mahasiswa baru berakhir.
“Target kami tahun akademik 2026 ini. Pendaftaran mahasiswa baru biasanya hingga akhir Juli. Jika izin keluar tepat waktu, kami langsung membuka pendaftaran,” tegasnya, didampingi Dekan FH Unila, Muhammad Fakih.
Lusmeilia memastikan seluruh aspek administratif, termasuk besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan sumbangan pengembangan institusi, telah disiapkan. Untuk menjamin kualitas lulusan, Unila juga akan melibatkan praktisi kenotariatan sebagai tenaga pengajar.
Rencana pembukaan MKn Unila mendapat dukungan penuh dari Ikatan Notaris Indonesia (INI) Wilayah Lampung. Ketua Pengwil Lampung INI, Zul April, menilai kehadiran prodi ini akan sangat membantu lulusan S1 Hukum di Lampung agar tidak perlu menempuh studi ke luar daerah dengan biaya besar.
Selain itu, terdapat urgensi administratif bagi organisasi. Berdasarkan peraturan INI, ujian Kode Etik Notaris hanya dapat diselenggarakan di wilayah yang telah memiliki Prodi Kenotariatan. Dengan dibukanya MKn Unila, Pengwil Lampung nantinya dapat menggelar ujian secara mandiri.
Dengan selesainya visitasi ini, FH Unila tinggal menunggu persetujuan resmi dari kementerian terkait untuk segera mencetak calon notaris yang jujur, profesional, dan berintegritas dari tanah Lampung.(*)















