Dalam studi tersebut, kelompok non-intervensi diminta untuk fokus pada momen atau orang yang membuat mereka marah. Studi itu menuturkan bahwa intervensi rasa syukur memodulasi irama jantung dengan cara yang meningkatkan kesehatan mental.
Hubungan ilmiah antara detak jantung dan rasa syukur mungkin karena efek rasa terima kasih pada sistem parasimpatis dan atau simpatik, seperti yang dinyatakan oleh para peneliti.
Sistem parasimpatis bertanggung jawab untuk memperlambat detak jantung dan pengaturan pencernaan sementara sistem simpatik bertanggung jawab untuk meningkatkan detak jantung, kewaspadaan, dan mengirim darah ke otot.
Para peneliti secara khusus melihat efek detak jantung yang berbeda antara orang-orang dengan rasa syukur versus mereka yang membenci.
2. Memperkuat aktivitas otak yang berhubungan dengan emosi
Dalam studi Keyong et al., intervensi rasa syukur mereka diamati melalui Magnetic Resonance Imaging (fMRI) fungsional untuk memperkuat kemampuan peserta untuk mengatur emosi. Penelitian ini menggunakan fMRI untuk mengamati aktivitas otak selama keadaan istirahat.
Menurut studi itu, secara khusus, aktivitas amigdala, wilayah otak yang dikenal karena perannya dalam memproses emosi, diamati dipengaruhi oleh intervensi rasa syukur.















